Melani melantunkan sebuah lagu yang berjudul Tetaplah di Hatiku. Lagu ini dinyanyikan oleh Melani dengan Andre. Melani dan Andre bernyanyi berduet di depan para hadirin. Mereka bernyanyi sambil memegang tangan pasangannya. Mata saling bertatap, kata - demi kata dihayati sungguh - sungguh. Melani pun meneteskan air mata ketika mencapai nada tinggi bagian reffrein lagu tersebut. Pada akhir lagu mereka saling berpelukan. Hadirin semuanya bertepuk tangan dengan meriah ketika pasangan tersebut berpelukan.
Tiba - tiba Melani terjatuh ke lantai. Andre segera menggendongnya dan membawanya ke dalam ruang istirahat. Ibunya Melani segera menelepon ambulan. Ketika ambulan datang Andre mendampingi Melani ke rumah sakit. Ibunya Melani juga ikut bersama dengan Andre menuju rumah sakit. Di tengah perjalanan, jantung Melani dapat tertolong oleh peralatan medis. Melani membuka matanya dan memegang tangan Andre.
"Sayang." panggil Melani dengan nada lesu.
"Sayang, bertahanlah. Kau akan sembuh." Andre berusaha menguatkan Melani yang sudah tak berdaya itu.
"Aku cinta kamu." sahut Melani lembut.
"Aku juga cinta kamu." sahut Andre dengan air mata menetes.
"Jaga anak kita." pinta Melani.
"Iya, aku akan menjaganya."
"Janji?"
"Iya, aku janji sayang."
Melani perlahan - lahan menutup matanya. Melani pun menghembuskan nafas terakhirnya dan pergilah ia dari dunia. Andre tak kuasa melihat kekasihnya pergi meninggalkannya selamanya. Ia pun menangis menjerit, begitupun ibunya Melani. Suasana berkabung menyelimuti diri mereka, kerabat dan saudara - saudara yang mengenal Melani.
Sepuluh tahun kemudian, Andre tinggal bersama anak angkatnya, Alani. Alani bertanya tentang ibunya.
"Papa, mama di mana?"
Namun sebelum Andre menjawab, Andre terpaku pada seoarng gadis muda, mungkin usainya tidak beda jauh lebih muda daripadanya. Persis seperti Melani.
"Permisi." sapa gadis itu.
"Iya, cari siapa?" tanya Andre.
"Saya mau cari Pak Andre." jawab gadis itu.
"Saya sendiri. Anda siapa?"
"Saya Melani.."
-- SELESAI --
terinspirasi dari lagu : Tetaplah di Hatiku - Bunga Citra Lestari
0 comments :
Post a Comment