Sembari
menanak biji kasih yang telah kering
Temani
nyiur-nyiur tengah kegalauan sedu-sedu
Diam
membisu namun mencakar dengan tajamnya oleh taring
Cemburu
dalam duka berteguh sungguh terpadu
Tatap mata sekali-kali lantun melodi cinta
Berlusin
kedipan lantun embun mata suci
Sedikit
sadar ataukah tidak mata ini bukanlah buta
Satu
jalan tiada tolak ialah benci
Namun kalbu yang berkeluh dalam dada bernafas engah
Tersenyum
dibalik duka dan duka dibalik senyuman
Tiada lagi yang kutuangkan
Sebab
serbuk mata telah mengering
Apalagi
yang kutunjukkan
Air
mata tiada basah
Serukan tangisan
Hati
ini menjerit-jerit
Mungkin
bagai pengemis jalan kota
Tiada
malu tiada otak tiada lagi
Ke mana ini kuberjalan
Hatiku
sudah sampai padanya
Hanyalah
di muka tiada lantun huruf
Seperti
gadis mungil merindukan permen loli
Sungguhkah sempurnanya ia sehingga bibirku tak mampu melepas paku bisu
Mungkinkah
ada hari menjelang pergi hari itu untukku
Sayang
ini belum cinta untuknya
Namun
melepaskannya layaknya melepas jantung dalam tubuh
Mati..
Hati ini berseru
Aku
sayang kamu
Bilamana
kamu tahu
Jeruji
harapan telah memenjarakan mimpi pupus
See ya
Posted by
Pile A Lot
comments
(
0
)