Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Hati luka berdarah air mata tak terbatas
Mengalir di sela-sela tubuh nan peka nyeri
Namun tak mengubah sesuatu berarti
Luka perih sakit dan duka adanya saja

Entah hati ini salah menilai kah
Entah otak kepala tak teliti berpihak mula-mula benarkah
Kebenaran yang kupilih seakan adalah kesalahan terbesar

Namun kesalahan yang terhindar adalah penyesalan terpanjang

Hari ini sakit besok sakit dan lusa mati

Hari ini kuat besok keras dan lusa hancur

Rintihan tangisan bisu terendam air mata suci

Setiap tetes adalah butiran cinta yang musnah ditelan dusta
Perihnya hati ini sedalam pisau cinta tertanam dalam jantung rapat
Semakin dalam semakin tak tertahan jika begini jadinya

Pria benar tidak berlangsung benar selamanya
Namun hati tak mampu prediksi kelaknya pria di masa depan
Pasrah ialah jawaban akhir dari keputusasaan
Entah apa arti jodoh dari Tuhan maknanya


Seakan tiada untung di akhir usia

Sesak nafas terhambat atmosfer kobohongan
Kelak selesaikan derita ini dengan .. Mati dan .. selesai

Bukan jawaban itu untuk wanita yang tersakiti 

Buah hati yang tercipta jadikan nyawa kedua 
Adanya dia karena cinta suci masa lalu?


Mentari tiada bosan lelah hangatkan jiwaku nan lesu
Jalani hidup sama dan kesenangan hati
Demi menyambungkan hariku dengan hari berikutnya
Dalam siklus kehidupan ini yang tiada tahu kapan akhirnya

Aku berpacu di jalan panjang siap menyambut langit angkasa
Disambut senyuman mentari pagi dari kejauhan 

Menemani kesunyian di antara awan putih
Fajar hingga siang menjemput tak ada sadar diri ini
Hanya badan jadinya lelah di akhir


Angin menerpa badan ini hingga tari-tarian tak aturan di langit bebas
Langit luas namun tak beruang untuk kesalahan
Otot dan besi menyatu menjadi satu tujuan
Nyawa umat manusia di genggaman tangan

Kulirik dengan bola mataku ke bawah awan
Rindu akan dentuman lagu keras kuinginkan
Menggetarkan jantung ini tiada akhir
Karena di sini sunyi adanya tenang selalu

Hinggaku menjejakkan di kulit luar bumi akhirnya
Kunikmati lantunan musik penyemangat jiwa
Membugarkan segala diriku yang lemah dan mati
Hingga kembali merindukan keadaan di atas awan
Karenanyalah di sini suara dan suara menyelimuti tubuhku 


About this blog

Ketika dirimu ada di dalam lembaran-lembaran ini, kau akan melihat tulisan yang tertumpah dari benak-benakku

Labels