Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Hai, gadisku calon masa laluku
Kerak hubungan suci kan berakhir di hempasan ombak kabungan
Sela-sela heningan malam bisikan cerita sesaat tahun lalu
Ingatkah akan semua telah berlalu dalam perjanjian yang terikat dalam lekatan tubuh berhati ketulusan ini

Mencintaimu dengan cara sepertiku lakukan tak ada lelaki mampu yang lain menyaingi . . .


Sentuhan jemari di lekukan tiap titik indah tubuhmu terucap syukur mendalam tak terhenti

Dekapan peluk mesra hangatkan jiwa dan hati yang dingin
Lidah terpagut saling mengunci satu sama lain membentuk ikatan tak akan pernah terlepaskan 
Gigitan sentakkan jantung dan darah yang lemas, menggetarkan semangat bagai bangun pagi
Angin nafasmu menyejukkan emosi negatif yang kelak terjamur
Kata-kata yang terucap di setiap getaran pita suara meyakinkan ini adalah cinta sejatiku

Tapi benarkah seperti itu?

Tidak.. aku sekarang jatuh dalam neraka cinta tak benderang
Aku lelah.. namun tak mau berakhir sudah
Haruskah dari 0 kembali ketika sudah mencapai 100 momen cinta dalam hidupku?
Haruskah aku menahan laju lari cintaku ketika aku sudah berada di kecepatan tak terbatas untuk menembus hari jadi kita di tahun berikutnya?

Haruskah aku merelakan yang sudah terbangun hancur oleh rayap-rayap perasaan pribadi? 

Jangan.. Jangan lakukan itu.. 
Kecuali kamu tidak menginginkan aku lagi..

Aku akan rela..



  



About this blog

Ketika dirimu ada di dalam lembaran-lembaran ini, kau akan melihat tulisan yang tertumpah dari benak-benakku

Labels