Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Sembari menanak biji kasih yang telah kering
Temani nyiur-nyiur tengah kegalauan sedu-sedu
Diam membisu namun mencakar dengan tajamnya oleh taring
Cemburu dalam duka berteguh sungguh terpadu

Tatap mata sekali-kali lantun melodi cinta

Berlusin kedipan lantun embun mata suci
Sedikit sadar ataukah tidak mata ini bukanlah buta
Satu jalan tiada tolak ialah benci

Namun kalbu yang berkeluh dalam dada bernafas engah

Tersenyum dibalik duka dan duka dibalik senyuman

Tiada lagi yang kutuangkan

Sebab serbuk mata telah mengering
Apalagi yang kutunjukkan
Air mata tiada basah

Serukan tangisan

Hati ini menjerit-jerit
Mungkin bagai pengemis jalan kota
Tiada malu tiada otak tiada lagi

Ke mana ini kuberjalan

Hatiku sudah sampai padanya
Hanyalah di muka tiada lantun huruf
Seperti gadis mungil merindukan permen loli

Sungguhkah sempurnanya ia sehingga bibirku tak mampu melepas paku bisu

Mungkinkah ada hari menjelang pergi hari itu untukku
Sayang ini belum cinta untuknya
Namun melepaskannya layaknya melepas jantung dalam tubuh

Mati..


Hati ini berseru

Aku sayang kamu
Bilamana kamu tahu 
Jeruji harapan telah memenjarakan mimpi pupus

See ya






Aku kaku bagai tak berpelumas
Aku bisu bagai terjahit liur

Aku melek tak mampu tutup
Aku nafas tiada rasa

Inginku bertutur namun hati berseru
Inginku bersentuh namun hati berteriak
Inginku jujur namun hati berlantang
Inginku berdekatan namun hati mau meledak

Inginku ia lupa namun hati tertawa
Inginku ia ingin aku namun hati bertanya-tanya

Sampaikah di sini sajakah? 
Senyumu.. Kuingat kukenang.. 


Terik bulan merampas hangatku
Kuda malam terbang ke angkasa tak bersayap
Mengitari taman surga tiada batas
Sesekali kunang merah mengekorinya

Seberangi danau pasir
Berseteru dengan hutan bambu
Jeruji kerucut tiada rasa mati
Sebab itulah api cinta membakarnya

Mencari yang hilang di mana adanya
Terperangkap dalam kandang lama
Selama tahun berjalan tak satu memandangnya
Buah mutiara tertanam hingga berbunga

Telah tertuai segarnya cinta
Namun layu tersiram senyawa dusta
Mungkin bisakah sulingan kasih berbuat
Kelak dewasakan bunga mutiara (ku)


About this blog

Ketika dirimu ada di dalam lembaran-lembaran ini, kau akan melihat tulisan yang tertumpah dari benak-benakku

Labels