Mata
berseru bagai air yang melonjak
Jantung
berdetak tiada tentu cepatnya
Kaki
berganti langkah bak mengejar maling
Tangan
menggeggam membatu jadi titik utuh
Berlari tanpa keringat
Melompat
tiada lelah
Berteriak
tiada nafas
Berpikir
tanpa tidur
Duduk di danau tepian rumah
Bersampan
kerdil dua dayung
Ombaki
air selingan ceritera
seratus
kali ialah satu kali
Satu sampan dua insan
Bersandar
kayu bertatap mata
Lempar
sinyal lempar rasa
Simpan
cinta simpan kata
Berucap
kata kisaran hati
Gigit
jari tutup muka
Malu
mundur berani maju
Mulut
membisu tangan terpaku
Itik
bernyanyi berseru tembang
Melodi
cinta dilantun ke awan
Memantul
ke langit diserap pelangi
Bergema
gema oleh merpati
Diam -
diam semua diam
Lahan
- lahan ku berucap
Pinta
tanya suara kecil
Jantung
mengganggu nadaku berucap
Diam -
diam semua diam
Lontar-lontar
kata cinta
Rayuan
lamaran suci
Berharap
tiada kata tidak
Diam -
diam semua diam
Berucap
katalah dia
Senyum
manis berlebar di awal
Merah
sisi pipi cantiklah ia
Terimalah
ia akan diriku
Kehadiranku
diakuinya
Tubuhku
merasa ringan
Diriku
bagai manusia super
Berani
bersentuh tangan
Kecupkan
di jari bagai pujangga Paris
Tiada
yang berseru lagi
Diam
lagi
Mata
penuh cinta
Menembus
matanya
Merasuki
hatinya
Singgah
selamanya
Tiada
lupa kata manis
Sambil
berdayung sampan
Serta
tatapan mesra
Di
danau itik
I love
you . . .
Cause
I love
Meski
sampan telah terpisah
Diriku
masih mampu bersatu
Bersampan
cinta
Dalam
danau surga
Posted by
Pile A Lot
0 comments :
Post a Comment