Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Di bulan yang kedua, Andre mengajak Melani untuk pergi ke panti asuhan. Di situ terdapat banyak anak balita yang tentunya kurang mendapatkan kasih sayang. Andre tahu bahwa Melani suka sekali dengan anak kecil. Andre dan Melani mengambil salah seorang balita dan  di pangkuan mereka masing - masing. 

"Lihat sayang. Anak ini lucu ya. Pipinya kayak kamu." kata Andre.
"Lucuan ini sayang. matanya biru kayak kamu." kata Melani.
"Kamu mau bawa pulang yang mana sayang?" tanya Andre.
"Bawa pulang? tanya Melani dengan dah menyeringat ketika diminta untuk memilih.
"Iya, aku sudah minta izin untuk merawat salah satu balita selama beberapa bulan."
"Tapi, kenapa kamu mau aku yang memilih dan membawa pulang anak?" Melani masih tidak mengerti apa yang Andre maksud.

Andre duduk lebih mendekat dan membelai rambut balita yang ada di pangkuan Melani dengan penuh kasih sayang. Lalu ia menatap wajah Melani.

"Anggap ini anak kita, sayang."

Kata - katanya membuat mata Melani berkaca - kaca. Melani mengingat akan sisanya hidupnya bahwa ia tak mungkin menikah dengan Andre. Sehingga ia mengerti mengapa Andre menawarkan Melani untuk memilih. Supaya Melani bisa merasakan hidup berkeluarga bersama Andre. Tanpa sepengatahuan Melani. Hal ini sudah direncanakan oleh kedua pihak keluarga masing - masing dan pihak panti asuhan. Melani pun memilih salah satu balita yang wajahnya menyerupai wajah Andre.

"Kenapa kamu pilih dia sayang?" tanya Andre.
"Dia mirip sekali sama kita. Matanya biru kayak kamu, hidungnya kecil kayak aku, suaranya gagah kayak kamu, mulutnya tipis kayak aku. Semakin mirip denganmu, mirip denganku semakin meyakinkan anak ini dari cinta kita. Meski itu bukan secara biologis." jawab Melani.

Melani membawa pulang balita pilihannya untuk diasuh olehnya dan Andre. Sebulan setelah itu tanggal 17 September adalah ulang tahunnya yang ketujuh belas. Belum ada tanda - tanda melemahnya tubuh Melani. Nmaun dokter mengatakan bahwa Melani bisa suatu hari mendadak ambruk karena jantungnya yang bermasalah. Anak angkatnya, yang dinamakan Alani diajak dalam perayaan ulang tahun Melani. Melani memperkenalkan anak angkatnya kepada teman - teman dan saudaranya. Semua para undangan sudah mengetahui akan Melani yang hidupnya tak akan lama lagi. Kira - kira setengah jam setelah acara makan - makan. Melani mulai berbicara di depan umum ingin menyampaikan sesuatu.

"Selamat malam semuanya, kali ini aku ingin menyampai sesuatu. Pertama - tama saya ucapkan banyak terima kasih yang sebesar - besar karena kalian semua bersedia hadir dalam acara ulang tahun saya. Ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidup saya sebelum saya pergi nanti."

Kata - kata awal Melani sudah membuat banyak hadirin bersedih, bahkan ada yang menangis. Adapun hanya meneteskan air mata. Demikian juga halnya dengan Andre, yang juga meneteskan air matanya karena sedih mendengarkan Melani. 

"Sebelum saya menutup acara ini ada sesuatu yang ingin saya berikan pada kalian."
      

[To Be Continued . . . ]

0 comments :

Post a Comment