Tetes
air mata bagai serat kayu
Pedihkan
hati hingga membulat
Biru
lembayung cenat rasanya
Gunung
merah rupanya
Kecil
tapi dalam
Entah
kapan musnahnya
Tahu -
tahu hilang sudah
Ataukah
makin tinggi
Parah
darah memerah
Sakit
nan sengit menyengat
Bulat
ketat mengikat
Lemah
hancur dayaku
Buai
buai jadinya sakit ini
Ingin
akhiri ini
Namun
bukan diriku nan kuasa
Pasrah
yang kubuat
Siapa
yang mendengar
Suarakan
hatimu
Kelak
sembuhkan diriku
Dari
luka permanen ini
Posted by
Pile A Lot
0 comments :
Post a Comment