Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Aku memundurkan memoriku ke masa lalu, ke dalam mimpi, mimpi yang menjadi misteri, sama sekali kutak mengerti mengapa bisa terjadi. Aku melihat sama seperti yang kulihat sekarang. Sebuah lubang besar yang dibuat oleh bola emas itu. Tapi apa maksudnya?

Aku mundur ke mimpiku sebelumya 5 tahun yang lalu, aku berjalan dengan seorang gadis yang namanya Liu Fei. Dalam mimpiku aku terbang ke langit bersamanya. Aku dan dia saling merindu, kami terpisah karena dunia yang berbeda. Liu Fei berada di dalam mimpi dan aku di dunia nyata. Bila suatu saat aku mati, aku yakin akan bertemu dengan Liu Fei. Tapi aku harus memiliki bola emas sebagai kuncinya.

Mundur lagi ke mimpi 20 tahun yang lalu saat aku berumur 5 tahun. Aku bertemu pertama kali dengan Liu Fei di sebuah taman Ai Meili. Taman tiada batas jikalau berlari tak bertemu ujungnya. isinya penuh dengan bunga, pohon, dan rerumputan yang indah. Juga terdapat binatang-binatang yang lucu. Aku berkenalan dengannya dan kami bermain bersama. Tiada hari tanpa dirinya, kami terasa tidak terpisahkan. Hal yang kuingat pertama kali bertemu dengannya adalah bola emas.

Aku kembali ke asalku. Di mana aku melihat Ciela di dekat lubang raksasa.
"Kau sudah ingat."
"Kau bukan Ciela." aku berusaha meyakinkan diriku. Aku mengira dia adalah Liu Fei.
"Aku Ciela." katanya meyakinkan diriku.
"Tidak mungkin!" aku membatahnya.
"Aku Ciela, Liu Fei Jie La (jie--> dibaca Cie)"
"Apa??"

Aku tidak menyangka teman kecilku adalah gadis yang ada di dalam mimpiku. Namun aku tetap berusaha berpikir rasional. Nama dia bukan Liu Fei Jie La, melainkan Ciela Marshani.
"Kau Ciela Marshani."
"Bukan. Aku adalah Liu Fei yang kau rindukan."
"Jadi.."
"Saatnya aku pergi Adi, aku harus ke surga. Aku sudah terlalu lama memakai tubuh ini. Tubuh ini adalah milik Ciela Marshani, kekasihmu sesungguhnya, aku adalah kekasih dalam mimpimu. Aku tak berhak mengganggumu lagi. Aku ingin mencari bola emas itu supaya aku bisa kembali ke surga bersama keluargaku, sebagai kunci masuk."
"Liu Fei!" aku berusaha menghentikannya namun ia sudah menjadi arwah bayangan, yang tak dapat kusentuh. Aku melihatnya ia terbang ke arah lubang dan menghilang di balik kegelapan. Mengapa surga ada di dalam bumi? di dalam tanah? Apakah selama ini orang salah menyatakan surga ada di atas langit?

Aku menggendong tubuh Ceila Marshani. Aku harus mengenalnya lebih jauh tentang dirinya, sebab yang kukenal selama ini adalah Liu Fei Jie La. Aku buka ikatan rambutnya, benar - benar mirip sekali dengan Liu Fei. Aku selama ini tidak menyadari perbedaannya di dalam mimpi dan dunia nyata. 

Setelah kukenal lebih jauh tentang dirinya ternyata silsilah keluarganya merupakan silsilah raja-raja Cina zaman dahulu. Dia masih keturunan kerajaan. Sekarang dia telah menjadi pacarku. Dia juga ternyata suka tentang benda-benda prasejarah. AKu menjalani hubungan cintaku dengannya hingga 2 tahun kemudian aku menikah dan memliki anak perempuan yang kami beri nama Liu Fei Jie La.

-- SELESAI --
terinspirasi dari lagu : Endless Love - Jackie Chan & Kim Hee Seon

0 comments :

Post a Comment