Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Hai gadis manis yang di sana
Kelak kah engkau menjadi milikku nantinya
Pertanyaan konyol tertuang dalam benak setiap bujang
Di masa muda saat beranjak puluhan yang kedua

Jangan tanyakan alasan cinta padamu
Karena tiada yang tepat jawaban kan kuberi
Katakan saja sedia denganku
Janjiku kau bisa pegang akan bahagia denganku

Aku berkain tipis putih kekotoran lumpuran ayam
Bawahan hitam seperti tukang las besi
Senyum tak manis bahkan jijik rasanya menatapku
Itu adanya aku, tak ada apapun

Ku mengejarmu hingga lautan terakhir
Hingga kamu melompat ke langit tertinggi
Hinggaku tak sanggup menggapai dirimu yang jauh 
Dan kusadari aku tak sanggup menggapai dirimu

Di kejauhan sana kamu menggandeng pria kelas tinggi setinggi langit di atas bumi

Aku tersenyum kecil ..

Kukira kau yang menjadi milikku
Aku tahu aku tak bisa terbang hingga langit tertinggi 
Karena batasku hanyalah 41.000 kaki
Kuterbang di bawah itu untuk melihat dunia ciptaan Tuhan bersamaku 
Namun kau malah memilih yang lain, yang justru tak mampu melihat dunia sekitar

Sejak itu dia aku siapa dan aku sudah meninggalkannya.. 
Inilah kisahku beberapa bulan yang lalu..



0 comments :

Post a Comment

About this blog

Ketika dirimu ada di dalam lembaran-lembaran ini, kau akan melihat tulisan yang tertumpah dari benak-benakku

Labels