Beauty of Words

These are my words. These are my stories

Aku bersandar pada kayu
Menatap jauh lapang tiada batas
Berharap di ujung ada yang datang
Siapa saja tak datang

Hanya burung gereja bernyanyi di antara awan
Sesekali angin menyahut nadanya 
Hingga jadilah tembang merdu
DItambah percikan air dari sungai

Apalah arti suara burung gereja
Hanya cici cuit belakan tiada arti
Mengisi hening fajar
Saingi si jago ayam

Tiada tahu mana burung gereja datang
Bisa saja bawa pesan cinta
Bagai merpati putih
Dikirim oleh pria kepada wanitanya

Akankah jadi padaku
Terima pesan kelaka dari si kecil
Si kecil burung gereja nan mungil
Rela bersenandung di antara langit
Menyeberang danau tua
Mengarungi hutam berular
Menjelajahi gunung Andes di ujung benua

Siapakah kelak mengirim
Apakah dia? Dia? Atau dia?
Kapan kuterima ini..

Katakan padaku
Kata cinta yang manis dalam suratmu
Saat ini kuingin dalam pelukanmu
Lemah lembutmu dalam kasihmu
Takkan kulupakan selamanya
Merambat selalu dalam jantungku
Sebab itulah aku hidup

Semua kata rindumu buatku tak berdaya
Tak kuasa bertemu segera
Menghitung hari sudah kesekian ratus
Lepas rindu tatap mata


0 comments :

Post a Comment

About this blog

Ketika dirimu ada di dalam lembaran-lembaran ini, kau akan melihat tulisan yang tertumpah dari benak-benakku

Labels